skip to main | skip to sidebar
Cahaya Islami 99
  • Beranda
  • Contact Us
    • FANS PAGE
  • MUSLIMAH
  • KESEHATAN
  • TIPS
    • RESEP
  • KATA MUTIARA
    • PARA SAHABAT
  • NASIHAT
  • KISAH RENUNGAN
  • PERNIKAHAN
  • TEKNOLOGI
  • NEWS

  • About Us
  • ADAB ISLAM
  • CERPEN ISLAMI
  • CINTA
  • DOWNLOAD QUR'AN
  • DUNIA GHAIB
  • FIQIH
  • HADITS
  • KELUARGA
  • PUASA
  • REMAJA
  • RENUNGAN ISLAMI
Home » Posts filed under CINTA
Showing posts with label CINTA. Show all posts
Showing posts with label CINTA. Show all posts

Kala Imam Tergoda, Dari Mata Turun ke Hati

indri ariani || Sunday, February 15, 2015 || CINTA,RENUNGAN ISLAMI || Leave a comments


Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.
Sebelum menuju kelas untuk kuliah, lelaki itu menyempatkan diri bersalam-salaman dengan beberapa jamaah lain. Dengan raut wajah yang bersahaja, ia sedekahkan senyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Ucapan salam pun ditujukannya kepada para akhwat yang ditemuinya di depan masjid.
Lelaki yang bernama Ali itu kemudian segera memasuki ruang kelasnya. Ia duduk di bangkunya dan mengeluarkan buku berjudul “Langitpun Terguncang’. Buku berisi tentang hari akhir itu dibacanya dengan tekun. Sesekali ia mengerutkan dahi dan dan sesekali ia tersenyum simpul.
Ali sangat suka membaca dan meyukai ilmu Allah yang berhubungan dengan hari akhir karena dengan demikian ia dapat membangkitkan rasa cinta akan kampung akhirat dan tidak terlalu cinta pada dunia. Prinsipnya adalah “Bekerja untuk dunia seakan hidup selamanya dan beribadah untuk akhirat seakan mati esok.”
Sejak setahun belakangan ini, Ali selalu berusaha mencintai akhirat. Sunnah Rasululah saw ia gigit kuat dengan gigi gerahamnya agar tak terjerumus kepada bid’ah. Ali selalu menyibukkan diri dengan segala Islam. Ia sangat membenci sekularisme karena menurutnya, sekulerisme itu tidak masuk akal. Bukankah ummat Islam mengetahui bahwa yang menciptakan adalah Allah swt, lalu mengapa mengganti hukum Tuhannya dengan hukum ciptaan dan pandangan manusia?
Bukankah yang menciptakan lebih mengetahui keadaan fitrah ciptaannya?
Allah swt yang menciptakan, maka sudah barang tentu segala sesuatunya tak dapat dipisahkan dari hukum Allah. Katakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram, karena pengetahuan yang demikian datangnya dari sisi Allah.
Sementara Ali membaca bukunya dengan tekun, dua mahasiswi yang duduk tak jauh dari Ali bercakap-cakap membicarakan Ali. Mereka menyayangkan sekali, Ali yang demikian tampan dan juga pintar, namun belum mempunyai pacar, padahal banyak mahassiwi cantik di kampus ini yang suka padanya. Tapi tampaknya Ali tidak ambil peduli. Sikapnya itu membuat para wanita menjadi penasaran dan justru banyak yang ber-tabarruj di hadapannya. Kedua wanita itu terus bercakap-cakap hingga lupa bahwa mereka telah sampai kepada tahap ghibah.
Ali memang tak mau ambil pusing tentang urusan wanita karena ia yakin jodoh di tangan Allah swt. Namun tampaknya iman Ali kali ini benar-benar diuji oleh Allah SWT.
Ali menutup bukunya ketika dosen telah masuk kelas. Tampaknya sang dosen tak sendirian, di belakangnya ada seorang mahasiswi yang kelihatan malu-malu memasuki ruang kelas dan segera duduk di sebelah Ali. Ali merasa belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Saat dosen mengabsen satu persatu, tahulah Ali bahwa gadis itu bernama Nisa.
Tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Jantungnya berdegup keras. Bukan lantaran suka, tapi karena Ali selalu menundukkan pandangan pada semua wanita, sesuai perintah Allah SWT dalam Al Qur’an dan Rasulullah saw dalam hadits.
“Astaghfirullah…!”, Ali beristighfar.
Pandangan pertama adalah anugerah atau lampu hijau. Pandangan kedua adalah lampu kuning. Ketiga adalah lampu merah. Ali sangat khawatir bila dari mata turun ke hati karena pandangan mata adalah panah-panah iblis.
***
Pada pertemuan kuliah selanjutnya, Nisa yang sering duduk di sebelah Ali, kian merasa aneh karena Ali tak pernah menatapnya kala berbicara. Ia lalu menanyakan hal itu kepada Utsman, teman dekat Ali. Mendengar penjelasan Utsman, tumbuh rasa kagum Nisa pada Ali.
“Aku akan tundukkan pandangan seperti Ali”, tekad Nisa dalam hati.

Hari demi hari Nisa mendekati Ali. Ia banyak bertanya tentang ilmu agama kepada Ali.
Karena menganggap Nisa adalah ladang da’wah yang potensial, Ali menanggapi dengan senang hati.
Hari berlalu… tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Ada bisikan yang berkata, “Sudahlah pandang saja, toh Nisa itu tidak terlau cantik.. Jadi mana mungkin kamu jatuh hati pada gadis seperti itu” Namun bisikan yang lain muncul, “Tundukkan pandanganmu. Ingat Allah! Cantik atau tidak, dia tetaplah wanita.” Ali gundah. “Kurasa, jika memandang Nisa, tak akan membangkitkan syahwat, jadi mana mungkin mata, pikiran dan hatiku ini berzina.”
Sejak itu, Ali terus menjawab pertanyaan-pertanyaan Nisa tentang agama, tanpa ghadhul bashar karena Ali menganggap Nisa sudah seperti adik… , hanya adik.

Ali dan Nisa kian dekat. Banyak hal yang mereka diskusikan. Masalah ummat maupun masalah agama. Bahkan terlalu dekat…
Hampir setiap hari, Ali dapat dengan bebas memandang Nisa. Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa disadarinya, ia hanya memandang satu wanita, NISA! Kala Nisa tak ada, terasa ada yang hilang. Tak ada teman diskusi agama…, tak ada teman berbicara dengan tawa yang renyah.., tak ada…wanita. DEG!!! Jantung Ali berdebar keras, bukan karena takut melanggar perintah Allah, namun karena ada yang berdesir di dalam hati…karena ia… mencintai Nisa.
Bisikan-bisikan itu datang kembali… “Jangan biarkan perasaan ini tumbuh berkembang. Cegahlah sebisamu! Jangan sampai kamu terjerumus zina hati…! Cintamu bukan karena Allah, tapi karena syahwat semata.”
Tapi bisikan lain berkata, “Cinta ini indah bukan? Memang indah! Sayang lho jika masa muda dilewatkan dengan ibadah saja. Kapan lagi kamu dapat melewati masa kampus dengan manis. Lagipula jika kamu pacaran kan secara sehat, secara Islami.. ‘Tul nggak!”
Ali mengangguk-anggukkan kepalanya. “Manalah ada pacaran Islami, bahkan hatimu akan berzina dengan hubungan itu. Matamu juga berzina karena memandangnya dengan syahwat. Hubungan yang halal hanyalah pernikahan. Lain itu tidak!!! Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mengubur zina?”, bisikan yang pertama terdengar lagi.
Terdengar lagi bisikan yang lain, “Terlalu banyak aturan! Begini zina, begitu zina. Jika langsung menikah, bagaimana bila tidak cocok? Bukankah harus ada penjajakan dulu agar saling mengenal! Apatah lagi kamu baru kuliah tingkat satu. Nikah susah!”
Terdengar bantahan, “Benci karena Allah, cinta karena Allah. Jika pernikahanmu karena Allah, Insya Allah, Dia akan ridho padamu, dan akan sakinah keluargamu. Percayalah pada Tuhan penciptamu! Allah telah tentukan jodohmu. Contohlah Rasululah SAW, hubungan beliau dengan wanita hanya pernikahan.”

Bisikan lain berkata. “Bla.., bla.., Ali,… masa muda.., masa muda…, jangan sampai dilewatkan, sayang lho!”
Ali berpikir keras. Kali ini imannya benar-benar dilanda godaan hebat. Syetan telah berhasil membujuknya dengan perangkapnya yang selalu sukses sepanjang zaman, yaitu wanita.
Ali mengangkat gagang telepon. Jari-jarinya bergetar menekan nomor telepon Nisa. “Aah.., aku tidak berani.” Ali menutup telepon.
Bisikan itu datang lagi, “Menyatakannya, lewat surat saja, supaya romantis…!” “Aha! Benar! “ Ali mengambil selembar kertas dan menuliskan isi hatinya. Ia berencana akan menitipkannya pada teman dekat Nisa. Jantung Ali berdebar ketika dari kejauhan ia melihat Nisa terlihat menerima surat dari temannya dan membaca surat itu.
***
Esoknya, Utsman mengantarkan surat balasan dari Nisa untuk Ali, sembari berkata, “Nisa hari ini sudah pakai jilbab, dia jadi cantik lho. Sudah jadi akhwat!”
Ali terkejut mendengarnya, namun rasa penasarannya membuatnya lebih memilih untuk membaca surat itu terlebih dahulu daripada merenungi ucapan Ustman tadi. Ali membaca surat itu dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar tak menyangka akan penolakan yang bersahaja namun cukup membuatnya merasa ditampar keras.

 Nisa menuliskan beberapa ayat dari Al Qur’an, isinya :
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur : 30).
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”(QS. Al Mu’minuun : 19).
Ali menghela nafas panjang… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Hanya ucapan istighfar yang keluar dari bibirnya. Pandangan khianatku sungguh terlarang. Memandang wanita yang bukan muhrim. Ya Allah… kami dengar dan kami taat. Astaghfirullah… [SOA]
Read More

Ketika Cinta Berbuah Surga

Admin || Thursday, December 11, 2014 || CINTA || Leave a comments


Ilustrasi (inet)


cahayaislami99.blogspot.com -
 Terkadang kita tak menyadari akan nikmat kehadiran orang-orang yang kita cintai, Seringkali kita terlupa bagaimana peran mereka telah banyak memberi warna indah dalam hari-hari yang kita lalui… Dan hati ku pun tersenyum sendiri, menertawakan kebodohan diri ini jika mengingat betapa aku tidak pernah menjadi hamba yang bersyukur terhadap apa-apa yang telah DIA beri…
Pernah ada masa ketika aku menganggap nasihat-nasihat dia yang ku cinta sebagai suatu ‘keangkuhan’ belaka, karena berfikir bahwa jika aku mendengar semua nasihatnya, maka dia pasti akan merasa menjadi yang paling benar di antara kami berdua, Astaghfirullah….. Aku memohon ampun pada-Nya atas segala dosa yang pernah ada…

Pernah ada masa di zaman Jahiliyahku, ketika aku menganggap larangan-larangan dari nya adalah suatu kekangan yang tidak beralasan, adalah suatu siksaan yang membuatku merasa sangat tertekan, adalah suatu ketidakadilan yang tidak seharusnya dialami oleh setiap wanita yang mengaku ‘modern dan merdeka’ dengan segala kemandirian yang mereka punya, Astaghfirullah…aku memohon ampun pada-Nya dari segala kelalaian yang pernah ada..

Pernah ada masa ketika aku belum mengenal-Nya, rasa tidak puas terhadap dia yang ku cinta. Rasa penyesalan yang hadir karena keinginanku untuk bebas terbang tanpa ada hambatan tidak mungkin lagi dapat kulaksanakan…rasa tertekan karena egoisme diri yang belum bisa dikalahkan dan rasa angkuh yang selalu mendorong ku untuk mengatakan ‘tanpa kamu  pun aku bisa bertahan’, Astaghfirullaaaahhh….aku memohon ampun pada-Nya atas segala keangkuhan yang membutakan.

Padahal cinta nya begitu tulus…
Padahal kasih nya begitu murni…
Padahal hati nya begitu lembut…
Ternyata butuh teguran yang besar bagi ku untuk bisa lebih memahami makna cinta sejati…
Butuh ujian yang berat bagi ku untuk lebih bisa mensyukuri nikmat cinta yang kami miliki…
Ketika perpisahan akhirnya membuat ku mengerti cara dia dalam mencintai
Ketika waktu menjadi saksi akan kebodohan ku yang tidak pernah bersyukur atas kehadiran dia yang ku cintai…

Ketika kemelut dan prahara menjadi hukuman tersendiri bagi ku yang dengannya membuat ku belajar dan melihat besarnya cinta yang ia miliki…
‘Maafkan aku duhai cinta ku….’
Betapa sesungguhnya engkau adalah mulia
Dengan segala sifat yang kau punya’
‘Maafkan aku duhai suamiku….’
Yang pernah memelihara ego di hati
Sehingga cinta sempat pergi…

Dan kini adalah masa, di mana kita mulai menyusuri kembali cinta yang hilang di jalan iman, di mana kita sama-sama membuang kerikil ego yang pernah menjadi penghalang kita dalam meraih kebahagiaan, di mana aku mulai belajar bahwa engkau lah imam ku dan aku adalah pengikut mu, engkau lah Nahkoda pada kapal yang kita punya, engkau lah cinta yang telah ditakdirkan-Nya untuk menjadi perantara ku menuju pintu surga..

Dan kini adalah masa di mana semua akan kita perbaharui lagi
Saling menekan ego yang bersemayam dalam hati
Hingga tanpanya, kita mampu melihat segala sesuatu menjadi lebih jernih
Hingga tanpa hadirnya, kita dapat meraih cinta yang dulu sempat mati
Ketika dua belah kayu dapat disatukan dengan paku, dua piring retak bisa disatukan kembali dengan lem super glue, maka dua hati yang saling mencintai tentunya akan dapat dieratkan jika senantiasa mengingat yang SATU…

Jika paku bisa berkarat, piring bisa kembali retak, maka tidak menutup kemungkinan jika gelombang cinta pun dapat mengalami pasang surut seperti layaknya kondisi iman yang turun naik terutama ketika menghadapi ujian yang berat.
Maka dengannya aku meminta padamu duhai sayangku…
Marilah kita cari DIA dalam rumah tangga kita
Marilah kita besarkan DIA dalam tiap-tiap shalat jamaah
Marilah kita suburkan rumah kita dengan lantunan Asmaul Husna-Nya
Marilah kita hindari rumah kita menjadi pusara karena kegersangan dzikir dan bacaan Ayat suci Al Qur’an

Marilah kita jadikan rumah kita sebagai pusat pelajaran dan pembelajaran bagi iman, yang dengannya dapat menjadi penawar ujian kebosanan, penyejuk hati ketika jemu dan keletihan hadir menongkah arus ujian…


[dakwatuna]
Read More

Atas Nama Cinta Mereka Berzina

Anonymous || Tuesday, December 9, 2014 || CINTA || Leave a comments
 
Cinta …
Semua orang bicara cinta
Tapi timbangannya beda-beda
Cinta di atas agama, atau cinta berujung petaka?
Petaka muncul bila cinta diukur sebatas nafsu
Atas nama cinta mereka berzina
Zina dibilang cinta
Karena sekarang banyak yang tertipu oleh setan; zina dibilang cinta. Bahkan zina dianggap biasa; sekadar kemaluan bertemu kemaluan.

Subhanallah! La hawla wala quwwata illa billah!!

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ
“Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, kalau belum halal dalam ikatan nikah, jangan pandang-pandangan dulu. Jangan pegang-pegang dulu. Jangan belai-belai dulu. Dekat-dekat bisa berujung syahwat. Bahaya!
Allah telah mengingatkan hamba-Nya dengan keras tentang hal ini,
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan jangan dekati zina! Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra':32)
Berhubungan badan bagaikan keledai
Betapa hinanya orang yang berzina. Mari kita simak bagaimana julukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mereka.
Shahabat Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ’anhu menyampaikan bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر و الحرير
”Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina dan sutera.”
Pada akhir zaman, setelah tidak ada lagi kaum mukminin, yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia. Mereka saling melakukan hubungan badan bagaikan keledai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits An-Nawwas radhiyallahu ’anhu,
ويبقى شرار الناس يَتَهَارَجُون فيها تهارُج الْحُمُر ، فعليهم تقوم الساعة
”Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka kawin di zaman itu bagaikan keledai, maka pada merekalah kiamat itu terjadi.’ ” (HR. Muslim)

Tantangan
Jika ada yang menantang Anda seperti ini: coba berbuatlah semau Anda, tidak perlu taat norma, tak usah patuh kepada agama. Nah, jatah setiap orang ‘kan cuma satu nyawa. Tidak lebih dari itu. Silakan Anda pilih sekarang:
  1. Hidup taat aturan Allah, matinya insyaallah selamat.
  2. Hidup bebas semaunya, matinya nanti “gambling”; tak jelas selamat atau sekarat.
Pasti Anda ingin selamat, ‘kan?

Hidup ini mesti berpegang pada prinsip
Sekali sudah berikrar dengan keislaman, kita mesti berjuang untuk istiqamah. Jauhkan diri dari teman yang merusak, pilih teman-teman yang mengajak berbuat baik. Perbanyak doa memohon pertolongan Allah; di Tangan-Nya hati kita berbolak-balik. Dengan taufik-Nya kita bisa hidup penuh ketenteraman dan kebahagiaan sejati.
قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah.’”
(HR. Muslim)
Jika diri bergelimang dosa, tak perlu putus asa. Bertaubatlah sebelum terlambat. Pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai kerongkongan. Pintu taubat masih terbuka selama matahari masih terbit dari arah timur.
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap kepada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.“
(Hadits qudsi riwayat Tirmidzi, no. 3540; Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih.)
Referensi:
  • http://www.konsultasisyariah.com/makna-zina-hati/
  • http://muslimah.or.id/aqidah/tanda-kiamat-merebaknya-perzinaan.html
  • http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/aku-ingin-bertaubat-tetapi.html

    cahayaislami99.blogspot.com
Read More

Cintaku Utuh Tak Tersentuh…

Admin || Sunday, December 7, 2014 || CINTA || Leave a comments


Cintaku Utuh Tak Tersentuh…
Ilustrasi
cahayaislami99.blogspot.com –Ku mencintamu utuh tak tersentuh….,
Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah? 
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain… Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. . Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta… Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….
Subhanallah..

Read More

Bila Hati Dimabuk Cinta

Admin || || CINTA || Leave a comments

Bila Hati Dimabuk Cinta
Ilustrasi
cahayaislami99.blogspot.com – Penyakit yang satu ini banyak menghinggapi kawula muda, sedikit sekali yang selamat dan dampaknya pun begitu hebat..bagaimana solusinya…?
Walaupun efek yang ditimbulkan penyakit al-‘isyq (mabuk cinta) sangat hebat dan sulit melepaskan diri dari jeratannya, namun bukanlah suatu hal yang mustahil apabila penderitanya bisa sembuh dan selamat dari penyakit ini. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya obat itu mujarab bagi orang yang menerimanya. Adapun orang yang yang mencampuradukkannya niscaya obat itu tidak berguna baginya. “ Maka orang yang benar-benar ingin sembuh, dia harus berupaya berobat. Namun jika tidak, niscaya penyakit akan tetap bercokol bahkan bisa jadi bertambah parah.
Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara:
Ikhlas kepada Allah
Jika seseorang yang terkena penyakit al-‘isyq benar-benar ikhlas dan menghadapkan wajahnya kepada Allah dengan tulus, niscaya Allah akan menolongnya dengan cara yang tiada pernah terlintas di hatinya. Dia akan menyingkirkan segala penghalang menuju jalan taubat.
Berdo’a
Merendahkan diri kepada Allah, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit.
Menahan pandanganKetika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat dan keinginannya.
Banyak berpikir dan berdzikirHendaklah setiap orang senantiasa ingat bahwa seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Seharusnya ia berpikir bahwa perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti di hari kiamat. Hendaklah dia berpikir betapa malu dirinya kelak ketika Allah mencela perbuatannya.
Menjauh dari orang yang dicintainyaSebab memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai dalam hatinya. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit pada awalnya. Seiring dengan waktu, seluruh masalah akan menjadi mudah.
Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaatSebab, mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Tetapi ketika ia sibuk dengan hal-hal lain maka cintanya akan memudar, rindunya akan hilang dan akhirnya ia dapat melupakannya.
Menikah
Sebab pernikahan itu mencukupi segalanya, penuh berkah dan menjadi solusi. Jika orang yang dicintainya adalah wanita yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikahinya. Jika sulit menikahinya hendaklah memohon kepada Allah untuk memudahkannya. Jika ia tak bisa menikahinya karena sebab-sebab tertentu, maka hendaklah ia bersabar dan memohon kepada Allah agar diberi jalan keluar.
Menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.
Senantiasa menghadiri majelis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.
Memangkas habis ambisi dengan membuang rasa putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu.
Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna, menjaga kewajiban-kewajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir dan bathin.
Menjaga kharisma agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina, tidak jatuh dalam perbuatan yang tercela dan segala bentuk yang dapat menghalangi keutamaan. Orang-orang yang memiliki harga diri tidak pernah mau terikat menjadi budak sesuatu. Lihat saja, betapa hawa nafsu menyebabkan orang-orang mulia menjadi hina.
Menjaga kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya
Hal ini akan membuat seseorang jauh dari perkara yang akan meruntuhkan harga dirinya ataupun yang akan menjatuhkan martabatnya.
Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainyaIbnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita. “
Memikirkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya, baik ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa keinginannya atau ditinggal karena sudah bosan.
Memikirkan akibat perbuatannya
Orang yang berakal adalah orang yang dapat menimbang apakah cintanya itu akan melahirkan kenikmatan ataukah kesengsaraan.
Hendaknya orang yang ditimpa ujian seperti ini mengetahui bahwa ujian hidup merupakan sebab munculnya nilai keutamaan seseorang. Jika dia bersabar maka akan tampaklah keutamaannya, sempurnalah kemuliaannya dan derajatnya akan meningkat kepada level yang lebih tinggi.
Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini. Orang-orang yang mulia lebih mengutamakan santapan akalnya, walaupun tabi’atnya berusaha menggiringnya kepada syahwat jasmani.
Melihat kondisi para pemabuk cintaBagaimana derita yang mereka tanggung. Bagaimana hidup mereka yang dikucilkan oleh masyarakat. Betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka. Bandingkanlah orang-orang yang menghabiskan hidup untuk cinta buta dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan luhur dan keinginan yang kuat.
Demikanlah di antaranya obat-obat yang dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit mabuk asmara. Seperti yang telah disebutkan di atas, semua obat ini tidak akan manjur bila yang melakukannya tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ingin sembuh dari penyakitnya. Kita bermohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari jalan-jalan kehancuran dan membimbing kita kepada kebaikan dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam
*Diringkas dari kitab Al-‘isyq, Bila Hati Dimabuk Cinta karya Muhammad Ibrahim Al-Hamd, penerbit Pustaka At Tibyan Solo
(MZ.com)
Read More

Ujian dan Musibah Tanda Allah Cinta

Admin || Saturday, December 6, 2014 || CINTA || Leave a comments



Inilah yang patut dipahami setiap insan beriman. Bahwa cobaan kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim di sisi Allah dan tanda bahwa Allah semakin menyayangi dirinya. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Namun ujian terberat ini akan dibalas dengan pahala yang besar pula. Sehingga kewajiban kita adalah bersabar. Sabar ini merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya.
Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).
Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).

Faedah dari dua hadits di atas:

1- Musibah yang berat (dari segi kualitas dan kuantitas) akan mendapat balasan pahala yang besar.
2- Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya. Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya,
يا بني الذهب والفضة يختبران بالنار والمؤمن يختبر بالبلاء
“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”
3- Siapa yang ridho dengan ketetapan Allah, ia akan meraih ridho Allah dengan mendapat pahala yang besar.
4- Siapa yang tidak suka dengan ketetapan Allah, ia akan mendapat siksa yang pedih.
5- Cobaan dan musibah dinilai sebagai ujian bagi wali Allah yang beriman.
6- Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.
7- Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. Ath Thibiy berkata, “Hamba yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.”  (Lihat Faidhul Qodir, 2: 583, Mirqotul Mafatih, 5: 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7: 65)
8- Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits di atas adalah dorongan untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah setelah terjadi dan bukan maksudnya untuk meminta musibah datang karena ada larangan meminta semacam ini.”
Jika telah mengetahui faedah-faedah di atas, maka mengapa mesti bersedih? Sabar dan terus bersabar, itu solusinya.
Semoga Allah memberi kita taufik dalam bersabar ketika menghadapi musibah. Wallahul muwaffiq.
artikel: cahayaislami99.blogspot.com
Read More

Bila Cinta Dalam Sebutir Telur

Admin || Friday, December 5, 2014 || CINTA || Leave a comments


cahayaislami99.blogspot.com -
  Bila cinta jadilah seperti asam amino dalam sebutir telur yang begitu sempurna, jua ia menginspirasi sehingga ia sebagai standar dan pembanding cinta lainnya...

Maasyaa Allah sekitar 1000 trilliun telur ayam negeri dikonsumsi tiap tahunnya. Kalo di masukkan krat berapa krat ya? Yang jelas banyak deh hehe.

Kenapa konsumsi telur itu begitu tinggi? Jawaban simpelnya karena harga bersahabat(meski pasca BBM naik pasti juga ikut naik), enak dan mudah untuk disiapkan. Telur juga bernilai gizi tinggi, terutama sebagai sumber protein hewani. Telur bahkan mempunyai kandungan protein yang sempurna, sampai-sampai WHO menjadikannya acuan pembanding protein dengan bahan lain.

Adalah telur banyak menyumbangkan zat gizi, juga nilai cerna yang tinggi sampai 100 %, dimana ia diserap oleh usus secara keseluruhan.


Telur banyak menginspirasi dalam hal lainnya seperti halnya dalam bagaimana ia dipecahkan dan kemana muaranya. Apakah manfaat itu untuk banyak atau beberapa saja.

Ketika kita memecahkan telur dari luar, bisa dengan di pukul, di benturkan, terbanting dsb maka dia hanya akan berujung diatas tungku atau kompor saja, yah bisa jd cake, omelet, poach egg, dan berbagai hidangan telur lainnya. Itu artinya dia hanya terhenti manfaatnya sampai dikonsumsi.

Ada kondisi lain yang jarang kita pikirkan bahwa telur bisa juga pecah dari dalam, namun dengan perlakuan yang berbeda, yaitu di erami, dibiarkan dia mendapat panas dan tekanan hingga akan pecah dari dalam dan lahirlah kehidupan baru, entah itu burung, ayam, bebek, angsa dsb.


Itu berarti ketika dia pecah dari dalam maka akan lebih banyak memberikan banyak harapan baru, oleh adanya kehidupan baru yang nantinya akan menghasilkan telur-telur yang lain dan lebih banyak memberikan manfaat.

Demikianlah kita jika kita ingin memberikan sesuatu karena cinta, kita biarkan diri ini kuat dari dalam, dari diri sendiri sebelum orang lain, insyaa Allah akan lebih kuat, lebih menginspirasi.

Adalah cinta yang telah memberikan kekuatan, karena dia hanya akan berpikir untuk memberi tanpa berpikir apa yang akan di dapat.


Sebesar apa cinta?sebesar itulah pengorbanan yang kita berikan untuk menjadikan objek berubah.

Karena bagaimanapun kerja yang terlembaga itu akan membawa pengaruh yang lebih besar, maka kita perlu menyatukan banyak cinta untuk bisa mengubah dunia

Terus bertumbuh bersama, menyemikan cinta yang ada, takperlu menunggu orang lain tumbuh Walau sakit, meski keras, meski penat harus terus dilawan, untuk bergerak keluar dari zona nyaman ini, karena yakin akan lahir kehidupan baru, smangat baru, dan cinta-cinta yang baru.

Ia akan menyejarah dan jua berumur panjang, jangan berpikir ini hanya akan bertahan bahwa hari ini makan apa dan esok punya apa, atau pikiran pikiran sempit seputar 1x24 jam#eh,tapi yakinlah ini untuk peradaban beberapa dekade kedepan, bahkan mungkin berabad-abad kedepan.


Inilah impian yang harus disinergikan takhanya hardskill(kemahiran nyata dalam bekerja) tapi jua softskill(kejujuran, disiplin, sopan santun, lemah lembut dsb)itulah 'value' yang memegang peranan penting hingga 80%.

Yah itulah Cinta value terbesar yang Allah anugerahkan kepada kita...


Ustadzah Anindya Sugiyarto
[Islamedia]
Read More
Older Posts Home

Translate blog ini

Search This Blog

Categories

  • ADAB ISLAM (21)
  • CERPEN ISLAMI (15)
  • CINTA (78)
  • DOWNLOAD AL-QURAN (6)
  • DUNIA GHAIB (10)
  • Fiqih (10)
  • HADITS (16)
  • KATA MUTIARA (15)
  • KESEHATAN (78)
  • Keluarga (29)
  • Kisah renungan (18)
  • MUSLIMAH (78)
  • NASIHAT (138)
  • NEWS (3)
  • Pernikahan (13)
  • Puasa (7)
  • REMAJA (51)
  • RENUNGAN ISLAMI (67)
  • RESEP (1)
  • TEKNOLOGI (3)
  • TIPS (33)

Popular Post

  • inilah 10 Ciri-ciri orang yang Istiqomah
    Ciri-ciri orang yang Istiqomah yaitu memelihara 10 perkara sebagai kewajiban pada dirinya, yaitu : 1. Memelihara lisan dari m...
  • Kematian Sebagai Peringatan ( Puisi Renungan )
    cahayaislami99.blogspot.com Ketika jejak umur kita berhenti Maka berakhirlah sudah semua cerita dunia Dengan diri kita ini sebagai pe...
  • JAGA PANDANGAN MATA MU
    Bismillahirrahmanirrahim Pandangan mata yang diumbar dan tidak dikendalikan akan merusak hati kita. Ia ibarat panah beracun ...
  • kata mutiara : Masa Lalu adalah Kenangan Masa Depan adalah Harapan
    1. jangan terlalu risau akan apa yang sudah diperbuat, lebih baik risaukan apa yang belum diperbuat dan akan diperbuat 2. dos...
  • Orang Bejo Itu,Bicara Baik atau Diam
    Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia berk...

FANS PAGE

 

Copyright © Cahaya Islami 99. Template by Tips Trik SEO Blogger Pemula