Mengukur Kualitas Diri
Admin || Sunday, November 2, 2014 || NASIHAT || Leave a commentsDiasuh oleh:
Bune Sukma Prawitasari, S.Psi, M.Psi., Psikolog
Dosen Output Character Building UII Yogyakarta
Pimpinan EePyC Consultant (Education & Empowerment Psychology Centre)
Pertanyaan dikirimkan ke e-mail: redaksi@suara-islam.com
Assalamualaikum wr.wb. Ibu, saya ingin bertanya, bagaimana caranya menjadi orang yang berkualitas? Dan apakah kualitas seseorang itu bisa diukur? Jujur saja, saya ini orangnya mudah terpengaruh dan takut dengan pandangan buruk orang lain terhadap saya. Itu yang membuat saya terkadang malu dan minder. Dalam hal ini saya tidak ingin orang lain merendahkan sya. Dalam pikiran saya, mungkin menjadi orang yang berkualitas nanti saya akan bisa pede. Oh ya, apakah kepintaran seseorang itu menentukan apakah orang itu berkualitas atau tidak? Mohon penjelasannya ya ibu. Terima kasih bnyak. Wassalamualaikum wr.wb
Rizqi - bws.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Dear rizki,
Intelligensi sering dianggap sebagai kepintaran. Padahal itu hanya untuk memetakan seseorang lebih baik dalam hal tertentu.
Maka, tidak ada hubungannya antara kualitas hidup/diri terhadap kepintaran.
Kualitas itu adalah nilai.
Nah, tergantung kamu hidup dengan asas apa?
Kalau bagimu materi adalah segalanya, maka kualitasmu adalah dengan menjadi orang kaya raya
Kalau bagimu, Tuhanlah segalanya, masa bodoh dengan dunia, maka kamu akan isolasi diri di
masjid... sibuk shalat, puasa, dan zikir.
Kalau bagimu, hidup adalah seimbang dunia akhirat, maka hidup yang berkualitas adalah kamu
seimbang dalam menjalankan peran sebagai anak, siswa, cucu, teman, masyarakat, sekaligus terikat dengan aturan-aturan Allah.
Hidup dengan standard orang lain itu bikin capek.
Gak akan ada habisnya.
Maka, fokus saja pada standard yang kamu buat, selama itu baik dan positif.
Kuatkan dirimu dengan berada di komunitas yang mendukungmu.
Bisa sahabat, bisa kawan, juga bisa keluarga.
Temukan mereka.
[]

Post a Comment
Silahkan berkomentar..:)