Showing posts with label MUSLIMAH. Show all posts
Showing posts with label MUSLIMAH. Show all posts

Wahai Kaum Muslimah, Jagalah Hijabmu!

|| || || Leave a comments


Wahai kaum Muslimah, jagalah hijabmu yang merupakan kemuliaanmu dan pelindung bagimu
Dan angkatlah kepalamu karena bangga dengan Islam, semoga Allah memberimu taufik untuk memperoleh segala kebaikan
— Syaikh DR. ‘Ashim Al Qaryuti

artikel: cahayaislami99.blogspot.com

Ciri Wanita Muslimah Ahli Surga

|| || || Leave a comments
Ciri Wanita Muslimah Ahli Surga
Ilustrasi
cahayaislami99.blogspot.com – Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
  1. Bertakwa.
     
  2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
     
  3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
     
  4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
     
  5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
     
  6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
     
  7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
     
  8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
     
  9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
     
  10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
     
  11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
     
  12.  Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
     
  13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
     
  14. Berbakti kepada kedua orang tua.
     
  15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.”(QS. An Nisa’ : 13)
Wallahu A’lam Bis Shawab.

Bolehkah Wanita Berenang Di Kolam Renang?

|| || || Leave a comments
Bolehkah Wanita Berenang Di Kolam Renang?
Ilustrasi
cahayaislami99.blogspot.com – Terkadang wanita juga membutuhkan sesuatu yang bisa menyegarkan kembali dirinya dari kejenuhannya menjalankan aktivitas sehari-harinya, tidak hanya laki-laki yang bisa dengan mudah mencari aktivitas untuk menghibur dirinya. Cara yang ditempuh wanita pun bermacam-macam, ada yang suka berbelanja, ada yang suka pergi ke gunung, ada yang suka berenang dan ada yang suka melakukan aktivitas lainnya.
Mungkin sebagian pembaca pernah bertanya, apakah boleh seorang wanita pergi ke kolam renang untuk berenang di sana? Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampernah melarang wanita untuk mandi di hammaam (tempat pemandian umum di zaman Rasulullah)?
Ya, benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang wanita untuk mandi di tempat pemandian umum. Beliau bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُدْخِلْ حَلِيلَتَهُ الْحَمَّامَ
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia memasukkan istrinya ke dalan hammaam (tempat pemandian umum).”[1]
Begitu pula sabda beliau shallallahu ‘alahi wa sallam:
Wanita mana yang melepaskan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka dia telah merusak hubungan antara dirinya dengan Allah.”[2]
Di zaman Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam belum dikenal kamar mandi khusus di rumah masing-masing orang. Sehingga sebagian orang lebih mengutamakan mandi dihammaam, karena di sana berdekatan dengan sumur dan mudah untuk mengambil air darinya. Tempat pemandian umum (hammaam) di zaman Nabi, tidak bercampur baur antara laki-laki dan wanita. Akan tetapi, memang masih memungkinkan untuk terlihatnya aurat satu dengan yang lain, sehingga dapat menimbulkan fitnah. Wanita memungkinkan untuk melihat aurat wanita lain, demikian juga dengan laki-laki. Oleh karena itu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.
Bagaimana dengan kolam renang?
Hukum asal bagi seorang wanita berenang sendirian di kolam renang tanpa dilihat oleh orang lain adalah boleh. Akan tetapi, jika dia ingin berenang di pemandian umum, dia harus memperhatikan hal-hal berikut agar tidak terjatuh kepada perbuatan dosa:
  1. Wanita yang ingin berenang harus menutup auratnya dan berpakaian tidak ketat.
  2. Wanita-wanita yang hadir di kolam renang tersebut juga harus menutup auratnya dan berpakaian tidak ketat, sehingga tidak saling memungkinkan untuk saling melihat antara satu dengan yang lainnya.
    Karena Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam melarang seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ
“Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat laki-laki lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain.”[3]
  1. Tidak ada campur-baur antara laki-laki dan wanita di tempat tersebut.
  2. Tempat tersebut aman dari pandangan lelaki. Laki-laki tidak bisa melihat ke dalamnya.
  3. Mendapatkan izin dari suami apabila sudah menikah dan dari wali apabila belum menikah.
Meskipun keempat syarat di atas terpenuhi tetapi suami atau wali tidak mengizinkan, maka tidak boleh seorang wanita memaksakan dirinya untuk pergi ke sana, karena mematuhi suami atau wali hukumnya adalah wajib pada permasalahan-permasalahan yang mubah (boleh).
Jika telah terpenuhi syarat-syarat di atas, maka tidak mengapa seorang wanita berenang. Jika tidak terpenuhi maka seorang wanita jangan memaksakan dirinya untuk pergi ke kolam renang.
Untuk saat ini sangat jarang ditemukan kolam renang yang memenuhi kriteria-kriteria di atas. Oleh karena itu, sebagai bentuk ke-wara’-an atau kehati-hatian maka sebaiknya seorang wanita tidak berenang di kolam renang, kecuali di kolam renang pribadi. Ini lebih baik baginya dan lebih menjaga kesucian dirinya.
Adapun hadits kedua yang disebutkan di atas, maka diterapkan pada kolam renang yang tidak memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan. Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka tidak ada bedanya dengan hukum berkumpulnya wanita dengan wanita lainnya di suatu tempat. Allahu a’lam.
Dan saya juga menyarankan kepada orang-orang yang ingin membangun kolam renang dan disewakan kepada orang lain agar memperhatikan hal-hal berikut:
  1. Kolam renang harus benar-benar tertutup sehingga tidak bisa terlihat dari luar.
  2. Kolam renang laki-laki khusus untuk laki-laki dan kolam renang wanita khusus wanita.
  3. Menyediakan pakaian khusus untuk berenang dan tidak membolehkan orang berenang kecuali dengan pakaian tersebut, jika pakaian yang dipakai oleh orang tersebut belum memenuhi syarat yang telah ditetapkan syariat.
  4. Menyediakan ruang ganti baju yang tertutup.
Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan hukum wanita berenang di kolam renang. Mudahan bermanfaat.
Maraji’: Disarikan dari berbagai sumber.
Catatan kaki
[1] HR At-Tirmidi no. 2801
[2] HR Abu Dawud no. 4012 dan At-Tirmidzi no. 2803
[3] HR Muslim no. 338.
Penulis: Ust. Said Yai Ardiansyah, Lc., MA.
Sumber: Artikel Muslimah
(fauziya/cahayaislami99.blogspot.com)

Wahai Para Muslimah, Belajarlah dari Siti Khadijah

|| || || Leave a comments
Wahai Para Muslimah, Belajarlah pada Siti Khadijah
Ilustrasi
DALAM Islam, wanita tidak diposisikan sebagai objek, sebagaimana tradisi dalam sejarah peradaban Barat. Di mana kaum wanita dianggap sebagai pelengkap hidup semata. Hal ini bisa ditelusuri dari budaya masyarakat Yunani dan Romawi kuno yang memposisikan wanita tidak lebih sekedar pemuas nafsu belaka.
Islam memberikan hak yang sama antara lelaki dan perempuan meski dengan tugas dan fungsi yang berbeda. Termasuk dalam hal menentukan pasangan hidup, wanita dan lelaki dalam Islam memiliki hak yang tidak berbeda. Oleh karena itu bukan perbuatan tercela bila ada seorang wanita menyampaikan lamaran untuk dinikahi seorang lelaki pilihan hatinya.
Hal ini bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh Siti Khadijah. Setelah melakukan pengamatan yang cukup dan menyaksikan secara langsung bagaimana keluhuran budi Muhammad kala menjalankan kerjasama bisnis dengannya, Khadijah pun tidak ragu untuk melamar Muhammad agar bersedia menikahinya.
Syeikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam bukunya Al-Rahiq Al-Makhtummengatakan, “Khadijah seakan menemukan apa yang dicarinya selama ini (calon suami,) padahal banyak kaum lelaki bangsawan dan pemuka yang sangat berkeinginan untuk menikahninya, namun semuanya ditolak.”
Khadijah pun langsung menceritakan keinginan hatinya kepada teman wanitanya, Nafisah binti Munayyah yang kemudian bergegas menemui Muhammad dan meminta kesediaan beliau untuk menikahi Khadijah.
Muhammad pun menyetujuinya dan menceritakan hal tersebut kepada paman-pamannya. Kemudian mereka mendatangi paman Khadijah untuk melamar keponakannya. Maka pernikahan pun berlangsung setelah itu dan akad tersebut dihadiri oleh Bani Hasyim dan para pemimpin Mudhar.
Sebenarnya masih ada beberapa kisah lain yang membuktikan bahwa Islam memberikan kebebasan kepada wanita untuk menentukan calon suami yang diinginkannya. Tetapi, dari kasus Khadijah ini sudah cukup menjadi petunjuk bagi Muslimah zaman ini, khususnya yang belum memiliki pasangan untuk bersegera menjemput jodohnya. Sebab, selain berani, pilihan Khadijah sungguh sangat tepat. Kemampuan memilih seperti Khadijah inilah yang semestinya juga dimiliki kaum hawa zaman ini.
Utamakan Akhlak
Apa yang dilakukan Khadijah tentu perlu ditauladani oleh kaum hawa, lebih-lebih apa yang dilakukannya adalah atas landasan kebenaran demi kemuliaan dan kehormatan dirinya (menikah).
Sebagai wanita Khadijah tidak mendamba apa pun dari sosok seorang suami selain kemuliaan akhlaknya. Maka kala ia menemukan kemuliaan akhlak itu pada diri seorang Muhammad, sama sekali Khadijah tidak peduli terhadap status Muhammad termasuk keluarganya yang bukan dari golongan bangsawan seperti dirinya. Satu yang menjadi pilihannya bulat, yakni akhlakul karimah.
Jadi, kaum wanita jangan pernah menyandarkan pilihan terhadap calon suami di luar dari kriteria akhlakul karimah. Karena hanya akhlakul karimah semata yang benar-benar akan memberikan jaminan ketentraman dan kebahagiaan.
Setia, Tulus dan Hangat
Setelah dinikahi Muhammad Khadijah pun membuktikan kualitas dirinya sebagai seorang wanita mulia. Bukan dengan membangga-banggakan harta dan keturunannya, teapi dengan menunjukkan kesetiaan, ketulusan dan kehangatan.
Khadijah selalu hadir dalam kebimbangan sang suami, utamanya dalam hal-hal yang penting dan mendasar, seperti soal kebenaran wahyu dan tentang risalah serta status dirinya sebagai seorang Nabi. Khadijah selalu mendukung dan mendorong suaminya untuk tetap dalam kebenaran. Bahkan Khadijah merelakan segala yang dimiliki untuk mendukung dakwah Islamnya.
Selain itu, Khadijah sangat menghormati sang suami. Meski suaminya lebih muda, bukan dari kalangan bangsawan, Khadijah begitu hormat dan taat terhadap suaminya. Rasulullah pun merasakan kenyamanan sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga.
Sungguh, sekiranya Muslimah zaman ini meniru apa yang ditauladankan Khadijah, insya Allah tidak akan terjadi yang namanya percekcokan, pertikaian apalagi sampai pada perselingkuhan dan perceraian. Sebab, hanya cinta yang tumbuh di atas landasan iman dan akhlak semata yang akan memberikan ketentraman dan kebahagiaan dunia akhirat.
Jadi, carilah calon suami yang memiliki akhlakul karimah, bisa dipercaya (amanah), cerdas (berketerampilan) dan siap menjadi pemimin rumah tangga. Jangan cari selain itu. Sebab, apa pun selain yang tumbuh dari landasan iman, pada akhirnya akan berujung pada kesengsaraan dan penderitaan.
Andaikata seorang Muslimah menemukan sosok lelaki yang demikian itu dari sumber terpercaya dan telah memiliki bukti yang valid, maka jangan sungkan dan enggan apalagi malu untuk segera mengkomunikasikan dengan pihak keluarga atau sahabat yang Muslimah pula untuk bersedia membantu menyampaikan kepada si lelaki dengan harapan perkenan dirinya menikah. Jika Siti Khadijah bisa, kenapa kita tidak belajar dariUmmahatul Mukminin yang sangat dicintai Nabi itu?*

Muslimah itu harus Smart

|| || || Leave a comments
Muslimah Smart
Ilustrasi
cahayaislami99.blogspot.com – Muslimah itu harus smart alias cerdas. Bukan hanya nilai ulangan Fisika dan Kimia yang tinggi itu disebut smart, tapi juga cara dia bergaul menentukan sekali smart atau tidaknya seorang muslimah. Yang namanya muslimah, identitas dia terlihat terutama dari cara berpakaian. Jelas dia harus menutup auratnya. Nah, dalam posisi ini sang muslimah membawa nama Islam dalam seluruh perilakunya. Jadi muslimah harus hati-hati.
Kita tentu tahu, sekarang ini, perempuan yang meleng sedikit saja bisa habis dimangsa serigala. Ya…serigala berbulu domba alias laki-laki yang terlihat manis padahal niatnya busuk untuk menjerumuskan. Itu sebabnya, dibutuhkan langkah-langkah jitu untuk menjadi muslimah yang smart. Kalau kita smart, sulit untuk dibodohi apalagi dimanfaatkan.
Smart = nggak kupeng                                                          
Kupeng alias kurang pengetahuan. Muslimah itu wawasannya harus luas. Bukan cuma gosip artis yang diurusin atau model baju terbaru yang diketahui. Gadget terbaru selalu update tapi hanya untuk main game atau bahkan nyari gebetan via facebook. Rajin di depan TV tapi sekadar mantengin acara musik atau FTV.
Wawasan luas itu lebih ke pengetahuan yang mempunyai efek bagi bertambahnya keimanan dan kepedulian terhadap nasib umat ini. Misal nih, kita tahu bahwa berkembangnya hormon yang menjadikan tertarik pada lawan jenis itu memang alami. Nah, yang penting untuk disikapi adalah kita tidak mau mengikuti nafsu tersebut dengan cara tidak halal yaitu berpacaran atau kita bisa mengendalikannya dengan kegiatan yang bermanfaat. Muslimah smart tentu pandai memilih yang sesuai syariat. Kondisi ini kita sharing dengan teman-teman sesama muslimah untuk saling menguatkan dalam keimanan dan mengingatkan dalam kebaikan.
Muslimah smart juga harus rajin mengikuti berita perkembangan dunia Islam baik di dalam maupun luar negeri. Mulai dari heboh pemilu di negeri ini, tuduhan terorisme yang merupakan setingan Amerika untuk memusuhi Islam hingga berita luar negeri seperti konflik di Suriah untuk perjuangan menegakkan kalimat Allah. Dan yang terbaru yaitu terkait penyerangan Israel ke Palestina.
Penting sekali luasnya wawasan ini, supaya kita tahu bahwa umat Islam dan problematikanya bukan hanya ada di Indonesia saja. Saudara muslim di belahan bumi lain juga membutuhkan pertolongan, dukungan, dana dan doa dari kita semua.
Wawasan muslimah smart juga bukan tentang masalah dunia saja. Atau sebaliknya, tahunya cuma masalah salat, puasa, zakat dan haji. Iya sih, itu memang wajib tahu. Tapi muslimah smart juga paham bahwa Islam bukan hanya soal itu saja. Islam itu kan the way of life alias jalan hidup. Jadi ya urusan dunia dan akhirat harus sama-sama paham dengan berimbang. Bukan hanya berat di salah satunya saja. Ini semua sudah pernah dicontohkan oleh generasi hebat sebelum kita. Mereka itu ibarat singa yang perkasa di siang hari (keperluan dunia) dan seperti rahib di malam hari (rajin ibadah). Lagipula, kedua hal tersebut ada nilai pahalanya sendiri-sendiri di hadapan Allah Ta’ala.
Smart = nggak kuper
Kuper alias kurang pergaulan. Ada loh muslimah itu yang rajin mengurung diri di kamar saja. Dia baik dan salihah tapi dipakai untuk diri sendiri. Dia cerdas tapi enggan berbagi. Seolah-olah surga untuk ditempati sendiri. Semoga kita bukan termasuk tipe ini ya.
Sebaliknya nih, ada muslimah yang rajin jalan-jalan di mal tapi untuk nongkrong dan cuci mata. Gabung di organisasi tapi dengan niatan mau cari pacar. Punya banyak teman tapi tidak membawa manfaat bagi perbaikan diri.
Kedua tipe di atas tak bisa dipilih. Muslimah smart itu tipenya peduli. Bukan hanya diri sendiri, tapi juga keluarga, teman, dan lingkungan. Banyak bergaul itu memang harus. Tapi bukan bergaul yang kebablasan sehingga cenderung bebas. Tetaplah ada rambu-rambu bagi seorang muslimah ketika melibatkan diri dalam kegiatan kemasyarakatan atau berorganisasi. Ini artinya, tetap harus waspada.
Smart = jaga kehormatan
Kehormatan muslimah itu mahal harganya. Maka, dengan bekal pengetahuan dan pergaulan yang cukup, seorang muslimah menjadi tahu bagaimana harus bersikap dan berperilaku. Dia nggak akan jual obral dengan bergaul bebas khususnya pada lawan jenis. Ada batas-batas tertentu yang harus dipatuhi demi menjaga kehormatan muslimah sendiri.
Pertama, harus menutup aurat. Alhamdulillah banyak muslimah baik secara sadar atau karena pembiasaan dari orang tua, sudah menutup aurat dengan sempurna. Kerudung yang menutup kepala hingga menjulur ke dada beserta dengan jilbab yang merupakan baju longgar rajin dipakai bila keluar rumah.
Kedua, menghindari khalwat atau berduaan dengan lawan jenis. Muslimah smart nggak akan coba-coba untuk melanggar aturan ini.
Ketiga, tidak berikhtilat atau campur baur dengan lawan jenis. Ikhtilat adalah lawan dari infishal (terpisah). Pada dasarnya, Islam telah mewajibkan pemisahan antara pria dan wanita. Pemisahan ini berlaku umum dalam kondisi apapun, baik dalam kehidupan umum maupun khusus, kecuali ada dalil-dalil yang mengkhususkannya. Pada dasarnya, ikhtilath itu dibenarkan dalam aktivitas-aktivitas yang diperbolehkan oleh syara’. Terutama aktivitas yang di dalamnya mengharuskan adanya interaksi. Misalnya, bercampur baurnya laki-laki dan wanita dalam aktivitas jual beli, atau ibadah haji dan juga dalam masalah kesehatan.
Rambu-rambu di atas diberikan oleh Allah yang sangat mengetahui potensi manusia. Namanya saja dibuat oleh Yang Mahatahu jadi sudah pasti jaminan mutu. Jadi nggak bakal ada trial and error seperti hukum buatan manusia. Bila perempuan utamanya muslimah mau mengikuti aturan ini dengan baik dan benar maka fenomena cewek cabe-cabean seperti yang marak akhir-akhir ini nggak akan terjadi.
Smart = mau ngaji
Ngaji di sini bukan sebatas membaca al-Quran tanpa tahu maknanya. Ngaji di sini adalah memahami Islam berdasar Quran dan sunah serta ijma sahabat. Sekali mengaji dengan benar, kita akan merasa bahwa banyak sekali ilmu Islam yang masih belum kita ketahui. Makanya kita nggak boleh sombong dan enggan mendatangi majelis ilmu.
Orang yang sudah tua ngaji dan ingat akhirat, itu biasa. Mau kemana lagi tujuan hidup bila usia sudah senja. Betul tidak? Tapi bila usia masih muda sudah rajin mengaji, itu baru luar biasa. Biarpun muda, siapa yang bisa tahu kapan ajal kan tiba? Jadi jangan menunggu tua untuk mengaji dan beribadah dengan serius.
Kalau sudah ngaji, kita akan tahu bahwa menyebarkan apa yang telah kita ketahui itu adalah wajib dan merupakan tabungan kebaikan.
Finally…
Muslimah smart dimulai dari diri kita. Nggak usah jauh-jauh mencari teladan. Nggak usah bingung mencari padanan. Sosok istimewa ini ada di dalam diri kita, kamu dan juga saya. Kita semua mempunyai potensi untuk menjadi muslimah smart.
Semua langkah besar dimulai oleh langkah kecil dulu. Harus ada langkah pertama yang harus dilakukan. Bila kita belum memenuhi syarat sebagai muslimah smart di atas, ayo ambil langkah pertama dulu. Niatkan kuat untuk berubah. Bismillah. Selanjutnya mulai berbenah. Bagi yang belum berhijab, ayo segera ditutup auratnya dengan kerudung dan jilbab. Bagi yang sudah berhijab tapi akhlak belum beres, ayo mulai dijaga suara tertawanya atau becandanya. Untuk yang sudah oke berhijab dan akhlaknya, ingat-ingat apakah ketika berjanji suka ingkar atau tidak. Suka berbicara yang menyakitkan hati orang lain atau tidak.
Bila ini sudah oke semua, beranjak ke hal yang lebih besar. Lihat teman kita, adakah yang memerlukan bantuan? Bila iya, segera bantu. Bila tidak, ayo luaskan sudut pandang. Galang kepedulian terhadap muslim lainnya. Jangan sampai ada teman atau tetangga kita yang tidak bisa makan di saat kita kekenyangan. Atau ada muslimah yang tidak bisa berhijab karena tak mampu membeli kain untuk menutup aurat.
Nah, mudah kan menjadi muslimah smart itu? Mulai dari diri sendiri, saat ini, dan jangan tunda lagi.
Sumber: disadur dari gaulislam.com, penulis: Ria Fariana
(fauziya/cahayaislami99.blogspot.com)

25 Alasan Enggan Berjilbab

|| || || Leave a comments


cahayaislami99.blogspot.com__
Berikut beberapa alasan anak muda yang enggan berjilbab dan sanggahan halusnya. Semoga yang belum berjilbab mendapat hidayah.
1. Saya nggak mau jilbaban! Jilbaban itu kuno | “Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake jilbab”
2. Tapi kan itu hal kecil, kenapa jilbaban harus dipermasalahin?! | “Yang besar2 itu semua awalnya dari perkara kecil yang diremehkan”
3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya”
4. Jilbaban belum tentu baik | “Betul, yang jilbaban aja belum tentu baik, apalagi yang … (isi sendiri)
5. Saya kemarin lihat ada yang jilbaban nyuri! | “So what? yang nggak jilbaban juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
6. Artinya lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik! | “Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat”
7. Kalo jilbaban masih maksiat gimana? dosa kan? | “Kalo nggak jilbaban dan maksiat dosanya malah 2. Malah nggak jilbaban itu dosa besar. 
8. Jilbaban itu buat aku nggak bebas! | “Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim tidak mau taat”
10. Kalo aku pake jilbab, nggak ada yang mau sama aku!? | “Banyak yang jilbaban dan mereka nikah kok”
11. Kalo calon suamiku gak suka gimana? | “Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur? Dan ingatlah al khobitsaatu lil khobitsiin, perempuan rusak ditakdirkan dengan lelaki yang sama. Demikian sebaliknya.
12. Susah cari kerja kalo pake jilbab! | “Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih? Bos atau Allah? Dan asalnya wanita itu berdiam di rumah: wa qorna fii buyutikunna (menetaplah kalian di rumah-rumah kalian)
13. Ngapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab? | “Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu (di zaman jahiliyah) gak pake jilbab. Syari’at jilbab ini untuk seluruh wanita, bukan hanya Arab sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“.”
15. Jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “Perasaan yang adain miss universe laki2 deh, yang larang jilbab di prancis jg laki2
16. Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake! | “Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
17. Jilbab kan bikin panas, pusing, ketombean | “Jutaan orang pake jilbab, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
19. Jilbab kan nggak gaul?! | “Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”
20. Aku belum pengalaman pake jilbab! | “Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
21. Aku belum siap pake jilbab | “Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “Bilang ke mama dengan lembut dan santun, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”
23. Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “Bukankah itu perubahan baik?”
24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
25. Kasi aku waktu supaya aku yakin jilbaban dulu | “Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”.
Nah wahai saudariku muslimah, tunggu apalagi?
Mengenai kewajiban berjilbab sudah ditetapkan dalam Al Qur’an yang tiap hari kit abaca, di mana Allah Ta’alaberfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.
Ayat lain yang menunjukkan wajibnya jilbab,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ …
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, …” (QS. An Nur: 31).
Dalil yang menunjukkan wajibnya jilbab juga hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ « لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »
Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)
Dalam Lisanul ‘Arob, jilbab adalah pakaian yang lebar yang lebih luas dari khimar (kerudung) berbeda dengan selendang (rida’) dipakai perempuan untuk menutupi kepala dan dadanya.[1] Jadi kalau kita melihat dari istilah bahasa itu sendiri, jilbab adalah seperti mantel karena menutupi kepala dan dada sekaligus.
Semoga Allah beri hidayah demi hidayah bagi yang belum berjilbab.


[1] Lisanul ‘Arob, Ibnu Manzhur, 1: 272.

[remajaislam]
[cahayaislami99.blogspot.com]

Cantik

|| || || Leave a comments




Mengapa Allah tidak menciptakan seluruh wanita cantik sekali ?

Bukankah ia mampu berbuat seperti itu ? Benar.

Hendaklah kita ingat bahwa ini adalah dunia, bukan akhirat yang serba sempurna. Ini adalah tempat seluruh manusia dan jin diuji, dan bukan tempat kita untuk bersenang-senang atau menikmati segala sesuatu.
Saudariku,
Banyak manusia merasa bangga memiliki wajah yang tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. Dia merasa kehebatan-kehebatan itu adalah milik dirinya dan ia bangga di hadapan manusia.

Saudariku,
Apakah kita punya andil dalam menentukan jumlah mata kita? Letak hidung kita? Apakah manusia ikut andil dalam membentuk wajah mereka? kita semua ge-er dengan tubuh kita, padahal setitikpun kita tidak punya andil didalamnya.

Renungkanlah Saudariku,
Bahwa hidung mancung dan wajahmu yang cantik itu sama sekali belum merupakan tanda bahwa Allah memuliakanmu. Demikian pula mereka yang tidak cantik. Itu bukan pertanda bahwa Allah menghinakan mereka. Semua itu adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa diantara hambaNya yang paling baik dalam mensyukuri nikmatNya, serta paling takwa dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini. Karena itu ingatlah selalu bahwa semua itu semata-mata adalah milikNya, dan kita sedikitpun tidak memiliki apa-apa, kecuali sekedar titipan.

Wajah yang menarik tidaklah semata-mata merupakan nikmat akan tetapi juga penyulut api fitnah.

Renungkanlah saudariku,
Siapa dengan kecantikannya itu akan menjerumuskan dirinya atau orang lain ke dalam dosa maka kecantikannyaitu tiada lain adalah musibah (naudzubilla), dan siapa dengan kecantikannya itu meraih ridha Allah SWT maka kecantkannya itua dalah suatu nikmat yang besar.

[cahayaislami99.blogspot.com]

JADILAH AKWAT YANG TANGGUH !!

|| || || Leave a comments





Ehmmm,,,jadi akhwat yang tangguh??? MAU???(kalau yang baca artikel ini IKHWAN, silahkan dianalogikan sendiri ya…hhe).


Eits, sebelumnya, ada yang belum kenal dengan kata “akhwat” ya? Secara mudahnya siiih,AKHWAT 

 ADALAH WANITA MUSLIMAH.



Wanita dalam Islam (muslimah) merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, dan tentunya terhadap Islam.



Sesungguhnya, banyak peluang bagi muslimah untuk berprestasi, banyak ruang bagi muslimah untuk bisa bergerak, di saat mereka masih dalam pencarian jati dirinya.
Nah,berikut ini saya akan mencoba memberikan RUMUS U+U+U=3U,,,untuk menjadi akhwat tangguh… Bisa dicoba dan tentunya silahkan membuat formulasi RUMUS lain yang lebih dahsyat lagi… okey! GO AKHWAT TANGGUH!!!

musLimah yang TANGGUH:

1. U=UPDATE NIAT
Masih ingat kan hadist 1 Arbain… (kalau lupa, silahkan dibuka lagi yak… ). Segala sesuatu tergantung dari niatnya. So, niatkan semua karena Allah SWT. Hati-hati jangan sampai terjebak dalam rayuan setan yang pantang menyerah menggoyahkan iman kita. So, senantiasa update terus niat kita… Jaga hati jangan sampai NIAT kita goyah (tidak lagi untuk mencari ridho Allah…!!!). Niat adalah doa… Niat adalah impian…

2. U=UPGRADE SEMANGAT
Niat sudah ada… tapi kalau semangat untuk merealisasikan sesuatu yang kita niatkan tidak ada…Hmmmm, ya sama juga bo’ong! Ibarat saat lapar, trus pengin makan… tapi malas untuk membeli makan di warung… ya akan tetap kelaparan donk!



Seorang akhwat haruslah semangat untuk belajar dari segala hal yang ada di sekitarnya, baik itu suatu hal yang kecil sekalipun karena siapa tahu sesuatu yang kecil bisa menjadi sesuatu yang besar. So, ambil sisi positif dari setiap ilmu yang diperoleh. 





Jangan patah semangat untuk menggapai ilmu! Karena ilmu yang bermanfaat adalah salah satu dari “harta simpanan” yang akan kita bawa setelah kita meninggalkan dunia ini. Tak hanya semangat untuk mencari ilmu, tapi semangat pula untuk mengamalkan dan mentransfernya pada orang lain. Semangatlah dalam beribadah, semangatlah untuk terus berusaha mewujudkan impian, semangatlah untuk membahagiakan orang-orang tercinta, dan yang pasti upgrade-lah semangatmu untuk terus berusaha LEBIH DEKAT… LEBIH DEKAT…dan LEBIH DEKAAAAAT lagi dengan Allah SWT.



3. U=UPLOAD AMALAN FULL MANFAAT
Ilmu tanpa amal = bohong!
Amal tanpa ilmu = sombong!
Nah, ilmu yang kita miliki dan amalan yang kita jalankan harus sinergis. Tau kan, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat (ayat berapa ya??? hmm, silahkan buka kembali Al Qur’annya). Jangan hanya berdiam diri, perbanyaklah aktivitas yang bisa mendatangkan manfaat untuk masyarakat. Jangan jadi benalu bagi sekitar kita. Tapi jadilah oase yang menyejukkan. Sosok teladan yang mampu memberi contoh dan kontribusi positif.



***SIAP JADI AKHWAT TANGGUH???harus doonk..hhee^^!!!***

“Dunia adalah perhiasan… dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholihah”

*teteep semangaat ya akhwat BIDADARI2 dunia^_^)
[cahayaislami99.blogspot.com]

Wanita itu ibarat bunga...

|| || || Leave a comments



BismillAh...

Wanita ibarat bunga...
cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara...
Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya...
karena akhlaq wanita ibarat bunga diri..
Tiada guna berwajah cantik tetapi akhlaq buruk..
tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu...

Ibarat bunga..
ada yang cantik bila dipandang tetapi busuk baunya...
Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan...
Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar..
tetapi bila dihalusi dengan mata hati, ternyata amat tinggi nilainya....

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa. Kemuliaan dan keruntuhan
sesuatu bangsa terletak di tangan wanita. Oleh yang demikian, Allah telah
menetapkan hukumnya ke atas mereka; walaupun berat dipandangan mata si jahil
dan ingkar tetapi ia adalah kemanisan iman yang dicicip oleh wanita solehah.

Karena itulah...
Sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah...
Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang bersemangat.. sebagai isteri,
dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya..
sebagai ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang...

dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan menjadi hamba yang tunduk dan
menyerah diri hanya kepada-Nya.
Allah ta'alah berfirman dalam surah an-Nisa' ayat 24 yang artinya, "Barangsiapa
yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak
dianiaya walau sedikitpun."

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana
eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki
dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi. Setiap lelaki dan wanita
memiliki tugas dan kewajiban yang berlainan, sesuai dengan fitrah
masing-masing. Namun, tujuan hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama,
iaitu mencari redha Allah (Mardhatillah). Allah telah berfirman,
"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita
sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan
mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (QS. An-Nisaa: 124)
Rasulullah juga turut memerintahkan umatnya supaya memperlakukan wanita
sebaik-baiknya sebagaimana sabdanya: "Mereka yang paling sempurna di
kalangan mereka yang ikhlas adalah mereka yang mempunyai akhlak yang terbaik
dan yang terbaik dikalangan kamu adalah yang paling baik terhadap
isterinya." (HR At-Tirmidzi)

Rasulullah Sallallahu alaihi wassallam telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut
fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya: "Berlaku baiklah terhadap
kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang tengkok adalah
bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan
mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka
berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." [Al-Bukhary dan Muslim.]

Nilai wanita dalam Islam amat bertentangan dengan apa yang diperjuangkan
oleh wanita Barat. Nilai wanita bukan terletak pada fashionnya yang
menonjol, berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya
ialah pada kesopanan, rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.
"Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah." (HRMuslim)
cahayaislami99.blogspot.com

PERCAKAPAN HATI

|| || , || Leave a comments



A : "Sist, mau nikah ya?"


B : "Insya اَللّهُ mau lah.. Kan sunnah Rasulullah.."

A : "Dah punya calon?"

B : "Alhmdulillah sudah, kan sudah ditulis sama اَللّهُ"

A : "Siapa dia?"

B : "Insya اَللّهُ dia adalah lelaki pilihan اَللّهُ"

A : "Mengapa mau nikah sama dia?"

B : "Insya اَللّهُ memilih dia karena اَللّهُ"

A : "Bagaimana nanti ketemunya?"

B : "Yakin saja,اَللّهُ punya cara yang tak pernah kita duga. Percaya saja sama اَللّهُ "

A : "Lhah, kapan donk nikahnya?"

B : "hmm.. اَللّهُ Maha Tahu kok kapan waktu yg tepat dan terbaik"

A : "Trus, dimana ketemunya?"

B : "tenang... Masih di bumi اَللّهُ , kalau toh memang tidak di dunia, Insya اَللّهُ di syurganya اَللّهُ "

A : "jadi..."

B : "Serahkn pada اَللّهُ, niatkan tuk gapai ridhaNya semata. Insya اَللّهُ beres! ^_^"
#Kata seorang ustadzah, apapun yang berkaitan dengan rezeki (termasuk jodoh), jagan diletakkan di hati! "Tapi benar-benar serahkn pada اَللّهُ.."


catatan: apakah aku mampu menjawab seperti ini? menjawab pertanyaan dunia tentang rezeki, insyaallah akan ku katakan "aku menunggu seorang yang beruntung untuk mendapatkan diriku" subhanallah..
[]
artikel: cahayaislami99.blogspot.com

Wahai Muslimah Jauhi 5 Hal Ini Jika Menikah Nanti

|| || || Leave a comments


Muslimah yang baik adalah muslimah yang taat pada perintah suami. Namun dalam biduk rumah tangga, ada kalanya istri melakukan tindakan-tindakan yang dibenci oleh suami.

Bagaimanapun suami juga harus sabar dalam menghadapi sang istri.

Hal itu juga tersurat dalam hadits Rasulullah SAW:

“Berwasiatlah untuk para wanita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan yang paling bengkok dari bagian tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau ingin meluruskan tulang rusuk tersebut maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah untuk para wanita” (HR. Al-Bukhari)
Mengetahui hal tersebut ada baiknya Istri sholehah belajar menjauhi hal-hal berikut :

1. Al -Anaanah
Banyak keluh kesah. Yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberi semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.

 2. Al-Manaanah
Suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yang dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang, dll. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam-macam padanya.

3. Al -Hunaana
Ingin pada suami yg lain atau berkenan kepad lelaki yang lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami atau lelaki lain. Tak ridha dengan suami yang ada.

4. Al- Hudaaqah
Suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.
5. Al -Hulaaqa
Sibuk bersolek atau tidur atau santai-santai hingga lalai dengan ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak, dll.

6. As-Salaaqah
Banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yang suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dengan telfon, SMS, internet, BBM dan macam-macam cara yang lain  Yang jelas janganlah isteri tu asyik menyusahkan suami dengan kata-kata yang menyakitkan.

[]

KULIT ATAU ISI

|| || || 2 comments



Assalaamu'alaikum wr. wb.

Makin ke sini, kepedulian terhadap "kulit" lebih dipusingkan ketimbang isi. Terlebih buat para cewek. Pakaian kudu matching dari atas sampai bawah, model jilbab mesti ter-inn, muka wajib kinclong *eeeh yang cowok juga gak jauh beda deng. Tapi isinya? Wallahu a'lam bi showwab.
Padahal Islam sudah jelas-jelas menegaskan bahwa yang membedakan kita hanyalah taqwa, Orang berilmu pun derajatnya lebih tinggi dari yang enggak berilmu. Jadi... mau cantik gak cantik, kaya gak kaya, kurus gemuk, gak ada arti kalo gak bertaqwa en gak berilmu.
Para sahabat Rasul pun sudah membuktikan hukum ini. Yuk cekidot!

1. Bilal bin Rabah
Dari anak TK sampai kakek nenek, siapa sih yg gak kenal dengan sahabat yang satu ini? Padahal cuma budak, hitam legam pula. Tapi berkat amalan unggulan beliau: menjaga wudhu plus sholat sunnah dua rakaat setelahnya, rasul pernah bermimpi mendengar terompah doi di surga *padahal orangnya masih segar bugar di dunia.

“Tiada aku batal wudhu kecuali aku perbarui lagi. Dan tiada aku berwudhu aku melainkan shalat dua rakaat aku tunaikan.” (HR Abu Hurairah)
Hebatnya lagi, rasul memilih Bilal langsung sebagai muadzin pertama di dunia.

2. Abdullah bin Mas'ud
Sahabat yang satu ini, beuwh... selain Rasul sering meminta dibacakan Qur'an olehnya, juga merekomendasikan para sahabat untuk meniru bacaan Ibnu Mas'ud! Sampai pernah beliau ditertawai en dijadikan objek lelucon oleh para sahabat yang lain ketika kedua betisnya yang kecil tersingkap. Tau apa reaksi Rasulullah?

"Kenapa kalian tertawa? Kalian tahu bahwa kaki Abdullah bin Mas’ud kelak di akherat nanti timbangannya lebih berat daripada gunung Uhud.” (HR.Ahmad)
Ya Rabbanaa... betisnya lebih berat dari gunung uhud!

3. Ammar bin Yassir
Kupingnya putus ketika perang melawan orang-orang murtad di perang Yamamah. Tapi kegigihannya menegakkan Islam, membuat Abu Bakar ra mempercayai beliau en Abdullah bin Mas'ud untuk memimpin wilayah hedon Kuffah.

Fyi, walaupun pemimpin, beliau ini sering keluar masuk pasar menggendong sendiri belanjaannya tanpa pengawalan. Pernah seseorang mengejek kupingnya, "Wahai orang yang telinganya terpotong!" Murka? Gak! Malah dengan bangga beliau berujar, "Sesungguhnya telinga yang kau ejek ini adalah telinga terbaik yang aku punya".

Masyaa Allah! Jauuuh banget sama kita ya ? Punya fisik gak sempurna rasanya minder abisss, makanya wajib divermak. Kadang malah nyalah-nyalahin Allah segala.
Tapi, mereka kan cowok. Lah kita perempuan, meski cantik dooonk!
Iya,  Betul banget, emang perempuan wajib cantik, kok. Coba deh cek shiroh shohabiyah, di sana rata-rata tertulis mereka memiliki paras yang cantik. Tapi, bukan itu yang membuat mereka mulia di mata Allah. Ibunda Khadijah, Fathimah, Maryam, Asiyah mendapat jaminan masuk surga karena keimanan en ketaataan mereka kepada Allah. 

Yuk deh luruskan lagi mind set kita bahwa fisik yang senantiasa kita poles in gak bakal kekal. Kalo Dia menghendaki rusak, pasti bakal rusak. Tapi hati dan akal yang senantiasa dipoles, insyaa Allah itu yang bakal kekal. Kalo gak dinilai di mata manusia. Insyaa Allah bernilai di mataNya. ^__^


sumber:annida-online.com

Jilbab Bukan Hanya Penutup Rambut Kepala

|| || || Leave a comments



Ada yang mengira bahwa jilbab hanyalah penutup rambut kepala. Tak apalah katanya berpakaian ketat yang penting rambut kepala sudah tertutup. Benarkah pengertian demikian?

Perintah Jilbab

Perintah mengenakan jilbab sebagaimana diterangkan dalam ayat,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Pengertian Jilbab Menurut Madzhab Syafi’i

Jika kita telusuri penjelasan dari Imam Nawawi -ulama besar Syafi’iyah-, kita akan mendapat titik terang manakah yang dimaksud jilbab.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disebutkan dalam Al Bayan, jilbab adalah khimar (penutup kepala) dan izar (kain penutup badan). Al Kholil berkata, “Jilbab itu lebih lebar dari khimar dan lebih tipis dari izar.” Al Mahamili berkata, “Jilbab adalah izar (kain penutup badan) itu sendiri.” Penulis kitab Al Matholi’ berkata bahwa An Nadhr bin Syamil berkata, “Jilbab adalah kain yang lebih pendek dari khimar, yang lebih lebar dan menutup kepala wanita.” Penulis Matholi’ mengatakan, ulama lainnya berkata bahwa jilbab adalah kain yang lebar selain rida’ (mantel) yang di mana kain tersebut menutupi punggung dan dada wanita. Ibnul A’robi juga mengatakan bahwa jilbab adalah izar (kain penutup badan). Ada pula ulama yang mengatakan, “Jilbab adalah baju panjang.”

Ulama lainnya berkata bahwa jilbab adalah baju panjang yang menyelimuti baju bagian dalam wanita. Pendapat terakhir inilah yang dimaksud oleh Imam Syafi’i, Imam Asy Syairozi dan ulama Syafi’iyah lainnya. Itulah yang dimaksud dengan izar oleh para ulama yang diungkapkan di atas seperti dari Al Mahamili dan lainnya. Izar yang dimaksud di sini bukanlah kain sarung.” (Al Majmu’, 3: 125).
Kemudian Imam Nawawi membawakan dalil mengenai masalah penutup aurat wanita di atas dengan membawakan hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Ia bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai apakah boleh wanita shalat dengan dengan gamis (yang menutupi badan hingga kaki) dan khimar (penutup kepala), ia tidak memakai izar (sarung). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
إِذَا كَانَ الدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّى ظُهُورَ قَدَمَيْهَا
“Boleh jika gamis tersebut menutupi punggung telapak kakinya.” (HR. Abu Daud no. 640. Imam Nawawi mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid). Imam Nawawi menyatakan bahwa kebanyakan perowi meriwayatkan dari Ummu Salamah secara mauquf, berarti hanya perkataan Ummu Salamah saja. Al Hakim mengatakan bahwa hadits tersebut shahih sesuai syarat Al Bukhari.
Ada hadits pula dari Ibnu ‘Umar.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ فَكَيْفَ يَصْنَعْنَ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ قَالَ « يُرْخِينَ شِبْرًا ». فَقَالَتْ إِذًا تَنْكَشِفَ أَقْدَامُهُنَّ. قَالَ فَيُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لاَ يَزِدْنَ عَلَيْهِ
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjulurkan pakaiannya (di bawah mata kaki) karena sombong, maka Allah pasti tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.” Ummu Salamah lantas berkata, “Lalu bagaimana para wanita menyikapi ujung pakaiannya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hendaklah mereka menjulurkannya sejengkal.” Ummu Salamah berkata lagi, “Kalau begitu, telangkap kakinya masih tersingkap.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Turunkan satu hasta, jangan lebih dari itu.“(HR. Tirmidzi no. 1731 dan An Nasai no. 5338. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Lihat Al Majmu’, 3: 124.

Jilbab Bukan Hanya Penutup Kepala

Ada yang memahami bahwa jilbab hanyalah penutup kepala. Dari penjabaran yang kita lihat di awal dari ulama Syafi’iyah dapat disimpulkan bahwa jilbab lebih daripada sekedar penutup kepala. Adapun penutup kepala saja biasa disebut khimar. Sedangkan jilbab yang melapisi luar tubuh. Deskripsinya sebagaimana gambar Muslimah.Or.Id yang kami berikan di bawah ini:

 
Perbedaan khimar dan jilbab
Bagaimanakah jilbab yang sempurna?
Bagaimanakah jilbab yang sempurna?

Berjilbab Lebar, Menggunakan Gamis atau Rok

Konsekuensi dari jilbab adalah menutup aurat seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Berarti bagian dada, lengan tangan, dan kaki bukan hanya dibalut dengan baju dan celana. Namun jilbab yang sempurna adalah bersifat longgar (tidak ketat). Sehingga yang lebih tepat adalah dengan menggunakan jilbab lebar ditambah dengan bergamis atau mengenakan rok. Jilbab lebar yang dimaksud, panjangnya hingga paha sehingga membuat lengan tangan tidak dibalut yang membentuk lekuk tubuh. Jika lekuk tubuh nampak, maka berarti aurat tidaklah tertutup dengan sempurna.
Wallahu a’lam, hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun di Panggang, Gunungkidul,
Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal
 

Cukuplah Surga Hanya Sampai di Hatimu, Karena Niatmu adalah Menghijabi Hati

|| || , || Leave a comments

        Al-Kisah Diceritakan, ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunah.


         Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab menutupi auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab: "Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab."

Sudah banyak orang yang menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama. Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga.



Sebuah sungai yang sangat jernih. Airnya kelihatan melintas dipinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ada beberapa wanita disitu yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman.


Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

"Assalamu'alaikum saudariku..."
"Wa'alaikum salam, selamat datang wahai saudariku..."
"Terimakasih, apakah ini surga?" Wanita itu tersenyum. "Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum surga."
"Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..." Wanita itu tersenyum lagi kemudian bertanya, "Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai sudariku?"
"Aku selalu menjaga sholat, dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunah."
"Alhamdulillah..." Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang di taman tadi mulai memasukinya satu per satu. "Ayo, kita ikuti mereka!" kata wanita itu sambil setengah berlari.
"Apa dibalik pintu itu?"
"Tentu saja surga wahai saudariku..." Larinya semakin cepat.
"Tunggu... tunggu aku..." ia berlari sekancang-kencangnya, namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Namun ia tetap saja tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.
Ia lalu berteriak, "Amalan apa yang engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan?"
"Sama denganmu wahai saudariku..." jawab wanita itu sambil tersenyum. Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.

"Amalan apalagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan?" Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, "Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?" Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab.

"Apakah engkau mengira bahwa Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke Surga-Nya tanpa jilbab penutup aurat?" kata wanita itu. Tubuh wanita itu telah melewati, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, "Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini.

Cukuplah Surga hanya sampai dihatimu karena niatmu adalah menghijabi hati." Ia tertegun, lalu terbangun... Beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan sholat malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu.

Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan MENUTUP AUROTNYA.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab: 59)

Berjilbab adalah perintah langsung dari Allah swt, lewat utusan-Nya yakni Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw.

Yang namanya perintah dari Allah adalah wajib bagi seorang hamba untuk mematuhi-Nya. Dan apabila dilanggar, ini jelas ia telah berdosa.

 "Wallahu A'lam Bish Showab..."


           Semoga Cerpen tentang Cukuplah Surga Hanya Sampai di Hatimu Karena Niatmu adalah Menghijabi Hati ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta wawasan kita. Aamiin

* Salam Ukhuwah Islamiyah dari cahaya islami 99. :)